Air Naik Tengah Malam, Tim Lanud Sutan Sjahrir Bergerak Tanpa Henti - METRO NESIA

Sabtu, 03 Januari 2026

Air Naik Tengah Malam, Tim Lanud Sutan Sjahrir Bergerak Tanpa Henti

 

PADANG | Hujan turun sejak pagi dengan suara yang berat — merayap dari atap rumah ke halaman, lalu menjelma menjadi genangan. Di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, air perlahan meninggi hingga masuk ke rumah-rumah warga. Jalanan yang biasanya ramai, mendadak berubah menjadi aliran air keruh yang menghambat aktivitas.

Di tengah kepanikan, suara komando terdengar. Tim Satgas Tanggap Bencana Lanud Sutan Sjahrir bergerak cepat, menembus hujan yang belum juga reda. Mereka datang bukan hanya membawa perahu karet, tetapi juga membawa harapan bagi warga yang terjebak banjir.

Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secepat mungkin. Bagi mereka, setiap menit sangat berarti — terutama bagi warga lansia, anak-anak, dan perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri ketika air terus naik.

Di lapangan, Kepala Dinas Operasi Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Lek Rianto Lismara, S.T memimpin langsung proses evakuasi. Dengan sepatu basah dan seragam yang terus diguyur hujan, para personel TNI AU dan babinter bahu-membahu mengangkat warga satu per satu ke perahu karet.

Tak jarang, mereka harus menenangkan anak-anak yang ketakutan. Sebagian warga tampak memeluk tas kecil berisi surat-surat penting dan pakaian seadanya. Yang lain memeluk orang tua mereka, memastikan tidak terpisah dalam arus air yang semakin deras.

Di antara kesibukan, para prajurit tetap berhati-hati. Setiap langkah dihitung. Setiap teriakan minta tolong segera ditindaklanjuti. Mereka memastikan tidak ada warga yang tertinggal, meskipun medan sulit dan cuaca tak bersahabat.

Kolonel Wahyu Bintoro menegaskan bahwa kehadiran TNI AU di tengah bencana bukan hanya tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Aksi cepat tanggap, katanya, adalah bentuk kesiap-siagaan Lanud Sutan Sjahrir yang selalu berupaya hadir untuk rakyat.

Ia juga menekankan bahwa semangat TNI AU — AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) — harus nyata terasa di lapangan, bukan sekadar slogan.

Meski kelelahan tampak di wajah para personel, tidak ada yang mengendurkan langkah. Mereka terus bergerak dari satu rumah ke rumah lain, memastikan keamanan warga hingga situasi benar-benar terkendali.

Bagi warga Dadok Tunggul Hitam, hari itu akan selalu diingat sebagai hari ketika air naik begitu cepat — namun juga hari ketika tangan-tangan prajurit TNI AU hadir, menuntun mereka keluar dari bahaya.

TIM RMO

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda