METRO NESIA

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 19 Januari 2026

Minangkabau Ekspres hingga Pariaman Ekspres Jadi Andalan, KAI Sumbar Dipercaya Masyarakat

  

PADANG | Masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting yang kembali menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat. Dalam rentang waktu tiga hari, sejak 16 hingga 18 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan tingkat keterisian kursi bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.

Data resmi KAI Divre II Sumbar menunjukkan, sebanyak kurang lebih 21.000 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 102,46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 kursi. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga menandai meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Ranah Minang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut tingginya okupansi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di daerah. Menurutnya, kereta api kini semakin dipandang sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal, khususnya saat momen-momen krusial seperti libur keagamaan dan akhir pekan panjang.

“Okupansi yang menembus angka 100 persen lebih menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Reza.

Dari sisi pergerakan penumpang, Stasiun Padang kembali menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi utama di Sumatera Barat. Selama masa libur Isra Mi’raj, stasiun ini mencatat jumlah kedatangan sebanyak 6.247 penumpang dan keberangkatan 6.073 penumpang, tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.

Selain Stasiun Padang, tingginya mobilitas juga tercatat di Stasiun Pariaman, Air Tawar, Naras, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan kereta api lokal telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjangkau berbagai destinasi, baik untuk keperluan mudik singkat, wisata, maupun aktivitas keluarga.

Untuk memastikan kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga kereta api lokal andalan, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang. Ketiga layanan tersebut terbukti efektif menopang arus mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Reza menegaskan, keberadaan KA lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antardaerah. Akses yang semakin mudah dan terjangkau turut mendorong pergerakan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kereta api.

Dengan tarif yang ramah di kantong dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kereta api kini kian diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta faktor keselamatan menjadi nilai tambah yang membuat moda ini semakin kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi, terutama aplikasi Access by KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan perjalanan yang aman dan terjamin.

“Kami terus berinovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan. Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang modern, andal, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kapasitas, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelayanan yang konsisten, KAI optimistis kereta api akan semakin mengukuhkan diri sebagai pilihan utama transportasi publik di Sumatera Barat.

TIM

Di Era Presisi, AKBP Agung Tribawanto Mantapkan Ritme Kerja Lewat Apel Pagi Polres Pasaman Barat

 

Pasaman Barat | Suasana halaman Mapolres Pasaman Barat tampak tertib dan penuh semangat saat ratusan personel mengikuti apel pagi rutin yang dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pimpinan menempatkan disiplin, kesiapsiagaan, dan semangat pengabdian sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Sejak awal menjabat, AKBP Agung Tribawanto dikenal konsisten menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja, sekaligus menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada seluruh jajaran. Di hadapan personel, Kapolres menegaskan bahwa setiap tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan besar, yakni pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya disiplin sebagai cerminan kesiapan institusi. Menurutnya, disiplin waktu, sikap, dan tanggung jawab adalah kunci utama membangun kepercayaan publik. Apel pagi, kata dia, menjadi titik awal untuk memastikan seluruh personel siap secara fisik, mental, dan moral sebelum turun menjalankan tugas di lapangan.

Lebih jauh, Kapolres Pasaman Barat juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. AKBP Agung Tribawanto menilai, kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai solusi, bukan sekadar penegakan aturan. Sikap ramah, empati, dan komunikasi yang baik menjadi pesan kuat yang terus ia gaungkan.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi internal. Berbagai dinamika kamtibmas, evaluasi kegiatan sebelumnya, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan disampaikan secara terbuka agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dan bergerak dalam satu irama.

Tak hanya itu, Kapolres turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik institusi. Ia mengingatkan bahwa setiap perilaku anggota di tengah masyarakat akan mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan. Karena itu, AKBP Agung Tribawanto meminta seluruh jajaran menjauhi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan publik.

Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif terlihat jelas dalam setiap penyampaian Kapolres. AKBP Agung Tribawanto tak segan memberikan motivasi sekaligus penekanan agar personel terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui latihan, pembelajaran, maupun evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas.

Apel pagi yang berlangsung tertib tersebut sekaligus menjadi simbol kesiapan Polres Pasaman Barat dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Dengan wilayah yang memiliki dinamika sosial dan keamanan yang beragam, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa soliditas internal adalah modal utama menjaga stabilitas kamtibmas.

Bagi Kapolres Pasaman Barat, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari angka penindakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa aman dan terlindungi. Melalui apel pagi, AKBP Agung Tribawanto terus menanamkan semangat pengabdian agar setiap personel bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan rutin ini pun menjadi potret nyata kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat yang berorientasi pada penguatan karakter, disiplin, dan pelayanan. Di bawah komando AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus bergerak mantap mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Budaya Selamat Jadi Nafas Kerja, KAI Divre II Sumbar Tegaskan Komitmen K3 Nasional 2026

 

SUMBAR | Komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui pelaksanaan apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Apel yang digelar di Halaman Kantor Divre II Sumbar, Senin (19/1), menjadi simbol keseriusan KAI dalam membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan sebagai fondasi utama operasional perkeretaapian.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran manajemen Divre II Sumbar, para pekerja, serta perwakilan anak perusahaan KAI. Kehadiran seluruh elemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam amanat apel, Manager Sarana KAI Divre II Sumbar, Nurdin Abusirin, menyampaikan pesan Direktur Utama KAI, Bobby Rasidin. Ia menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kembali kesadaran seluruh insan KAI bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, tanpa terkecuali.

Nurdin menekankan pentingnya implementasi “Lima Kunci Keselamatan” yang telah dicanangkan perusahaan. Menurutnya, prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dipahami, diyakini, dan diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja. “Kita berangkat bekerja dengan selamat, bekerja dengan selamat, dan kembali ke rumah dengan selamat,” tegasnya, menggambarkan filosofi keselamatan yang menjadi pegangan insan KAI.

Sebagai bentuk penguatan komitmen, dalam apel tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Penyerahan ini menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus berdiri di atas landasan regulasi, kebijakan perusahaan, serta kesadaran individu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Ia menekankan bahwa keselamatan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten di lapangan, terutama dalam aktivitas operasional yang menyangkut keselamatan pekerja dan pelanggan.

Menurut Reza, keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek operasional KAI. Oleh karena itu, momentum Bulan K3 Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat budaya kerja yang menjunjung tinggi standar keselamatan. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar, kata dia, berkomitmen menjalankan prosedur kerja sesuai ketentuan demi menciptakan operasional yang aman dan andal.

Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas layanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Layanan prima kepada penumpang hanya dapat terwujud apabila didukung oleh sistem operasional yang aman. Karena itu, KAI Divre II Sumbar terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari perawatan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penyempurnaan standar pelayanan.

Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini juga menjadi penegasan bahwa KAI Divre II Sumbar berkomitmen meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kepatuhan seluruh pekerja terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Budaya keselamatan diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga kebutuhan dan kebiasaan dalam setiap lini kerja.

Dengan budaya keselamatan yang kuat, KAI Divre II Sumbar optimistis mampu mendukung kelancaran operasional perkeretaapian yang aman, andal, dan berkesinambungan. Konsistensi penerapan K3 diyakini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat, sehingga operasional kereta api dapat berjalan dengan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jasa,” tutup Reza Shahab, menegaskan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

TIM RMO

Kamis, 15 Januari 2026

Dankodaeral V Terima Courtesy Call Timnas Kabel Laut PLN Bahas Pembangunan Kabel Bawah Laut Tegangan Ekstra Tinggi

  

Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menerima Courtesy Call (CC) dari Tim Nasional Kabel Laut PT PLN (Persero) yang di ketuai oleh Mayor Jenderal TNI (Purn.) Winston Pardamean Simanjuntak beserta rombongan, di Ruang Transit Mako Kodaeral V, Perak, Surabaya. Kamis (15/01/2026)

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka permohonan atensi dan rekomendasi terkait rencana pembangunan kabel bawah laut tegangan ekstra tinggi (High Voltage Alternating Current/HVAC) yang akan menghubungkan jaringan kelistrikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Grati dengan GITET Surabaya Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Timnas Kabel Laut PLN memaparkan rencana pembangunan kabel bawah laut HVAC sebagai bagian dari upaya penguatan dan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur, khususnya untuk mendukung kebutuhan energi di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Selain itu, disampaikan pula rencana trase kabel bawah laut serta aspek teknis dan pengamanan selama proses pembangunan.

Dankodaeral V menyambut baik kunjungan Timnas Kabel Laut PLN dan menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam setiap pembangunan infrastruktur strategis nasional, terutama yang berada di wilayah perairan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pelayaran, keamanan laut, serta kepentingan pertahanan dan keamanan negara tetap terjaga.

“TNI Angkatan Laut pada prinsipnya mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional. Namun demikian, seluruh proses harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan laut, keselamatan pelayaran, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Dankodaeral V.

Lebih lanjut, Dankodaeral V menyampaikan bahwa Kodaeral V siap memberikan dukungan sesuai kewenangan, termasuk dalam bentuk rekomendasi, sepanjang seluruh persyaratan administratif dan teknis telah dipenuhi serta dilakukan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait.

Melalui Courtesy Call ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Kodaeral V dan PT PLN (Persero) dalam mendukung kelancaran pembangunan kabel bawah laut HVAC sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kelistrikan nasional, sekaligus tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Jawa Timur.

Di Bawah Komando Kapolda Sumbar, Ditreskrimum Bongkar Penipuan Oknum Bhayangkari

  

PADANG, SUMBAR | Ketegasan Kapolda Sumatera Barat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu kembali menuai apresiasi publik. Kali ini, ucapan terima kasih datang langsung dari para korban penipuan yang dilakukan oleh seorang oknum Bhayangkari, setelah pelaku berhasil ditangkap dan ditahan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar.

Para korban mendatangi kantor media MP.ID di Kota Padang untuk menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas keseriusan Kapolda Sumbar dalam mengawal penanganan perkara yang sempat membuat mereka kehilangan harapan akibat kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah.

Raut lega dan haru tampak jelas di wajah para ibu rumah tangga korban penipuan. Mereka mengaku sempat merasa putus asa, terlebih karena pelaku kerap mengklaim dirinya kebal hukum. Namun keyakinan para korban kembali tumbuh setelah Kapolda Sumbar memerintahkan jajaran Ditreskrimum untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

Kasus penipuan ini bermula dari hubungan pertemanan di lingkungan taman kanak-kanak yang berlokasi di Jalan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat. Pelaku, Miki Fatmalasari, memanfaatkan kedekatan emosional yang terjalin karena anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama. Intensitas pertemuan setiap hari membuat para korban tidak menaruh kecurigaan sedikit pun.

Kedekatan itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Miki Fatmalasari mengaku sebagai distributor sembako dengan harga murah, seperti minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Untuk menambah kepercayaan korban, pelaku juga mengklaim sebagai istri anggota Polri dan bagian dari Bhayangkari, sehingga meyakinkan bahwa dirinya tidak mungkin berbuat curang.

Di bawah pengawasan Kapolda Sumbar, jajaran Ditreskrimum kemudian mengungkap bahwa pelaku secara sistematis memanfaatkan status sosial tersebut sebagai tameng. Melalui status WhatsApp, pelaku rutin memposting penawaran paket sembako murah dengan sistem pembayaran di muka dan pengiriman yang dijanjikan dalam rentang waktu satu minggu hingga satu bulan.

Namun, hingga waktu yang dijanjikan tiba, barang tidak pernah dikirim. Pelaku menghilang, sulit dihubungi, hingga akhirnya nomor telepon selulernya tidak lagi aktif. Merasa tertipu, para korban akhirnya melapor ke Polda Sumatera Barat.

Laporan tersebut mendapat perhatian serius dari Kapolda Sumbar, yang kemudian menginstruksikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol Tedy Fanani beserta jajarannya untuk bergerak cepat. Penyelidikan intensif dilakukan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan.

“Penanganan laporan kami sangat cepat dan profesional. Kami benar-benar merasakan kehadiran negara melalui kinerja Kapolda dan Ditreskrimum Polda Sumbar,” ungkap salah seorang korban.

Para korban secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Tedy Fanani, Kasubdit I Ditreskrimum Kompol Dr. Burahim Boer, S.H., M.H., serta Kanit I Subdit I Ditreskrimum Iptu Edi JP, S.H., yang dinilai bekerja maksimal hingga pelaku berhasil ditangkap dan kini ditahan.

Saat ini, oknum Bhayangkari tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum hingga ke persidangan. Para korban berharap proses hukum berjalan tegas dan adil sebagai bentuk komitmen Kapolda Sumbar dalam menegakkan supremasi hukum.

“Penangkapan ini membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan Kapolda Sumbar, tidak ada yang kebal hukum,” tegas para korban.

Di akhir pernyataannya, para korban mengimbau masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, agar tidak takut melapor jika mengalami penipuan. Mereka menilai keberanian masyarakat melapor merupakan bagian penting dari upaya Kapolda Sumbar dan jajaran Ditreskrimum dalam menciptakan rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.

“Polisi adalah pengayom dan pelindung masyarakat. Kami sudah membuktikannya sendiri,” tutup para korban.

TIM

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Dorong Solusi Humanis dalam Penanganan PETI

  

SUMBAR | Komitmen negara dalam menata sektor pertambangan di Sumatera Barat kini memasuki babak baru. Melalui Apel Gabungan Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI), langkah nyata lintas sektor resmi dimulai sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Apel yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/1/2026) pagi tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat, TNI, Kejaksaan, dan pemerintah kabupaten/kota. Kehadiran lintas lembaga ini menjadi simbol kuat bahwa penanganan PETI adalah tanggung jawab bersama.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam amanatnya menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal bukan hanya persoalan hukum semata, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja bersama yang terukur dan berkeadilan.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa penanganan PETI tidak lagi berada pada tataran wacana. Pembentukan Tim Terpadu ini menjadi penanda dimulainya implementasi nyata di lapangan, dengan mengedepankan pendekatan yang tegas namun tetap humanis.

Menurut Kapolda, terdapat dua strategi utama yang dijalankan secara paralel, yakni pencegahan dan penertiban melalui penegakan hukum. Kedua langkah tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menjunjung tinggi prinsip profesionalitas dan keadilan.

Pada aspek pencegahan, Polda Sumbar bersama Pemerintah Provinsi dan dinas terkait akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan membangun pemahaman tentang dampak negatif PETI sekaligus mempersiapkan masyarakat menuju sistem pertambangan yang legal melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“Negara hadir bukan untuk mematikan mata pencaharian masyarakat, tetapi untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan aman, legal, dan bertanggung jawab,” tegas Kapolda Sumbar dalam arahannya kepada peserta apel.

Berdasarkan pengkajian awal, aktivitas PETI masih terdeteksi di sejumlah daerah seperti Kabupaten Pasaman, Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, dan Kabupaten Solok. Pengkajian tersebut akan terus diperluas guna memastikan penanganan yang menyeluruh dan tepat sasaran.

Terkait penertiban, Kapolda menegaskan bahwa penegakan hukum tetap akan dilakukan secara tegas apabila ditemukan aktivitas ilegal, terlebih setelah izin WPR diterbitkan. Namun demikian, pendekatan humanis dan dialogis tetap dikedepankan agar masyarakat tidak merasa terpinggirkan.

Kapolda Sumbar juga menekankan bahwa tata kelola pertambangan ke depan harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, tidak merusak lingkungan, berkontribusi terhadap pendapatan daerah, serta disertai kewajiban reklamasi pascatambang.

Dengan bergeraknya Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban PETI ini, diharapkan Sumatera Barat mampu membangun sistem pertambangan yang tertib, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Wakapolda Brigjen Pol Solihin Pimpin Pemusnahan, Polda Sumbar Buka Penanganan Perkara ke Publik

 

SUMBAR | Suasana Mapolda Sumatera Barat, Rabu (14/01/2026), menjadi saksi langkah tegas kepolisian dalam menjaga kepercayaan publik. Puluhan kilogram ganja kering hasil pengungkapan kasus narkotika dimusnahkan secara terbuka sebagai simbol komitmen Polda Sumbar terhadap transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

Sebanyak 25,41 kilogram ganja kering dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, mewakili Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Prosesi ini tidak hanya menjadi rutinitas hukum, tetapi juga pesan moral bahwa Polri berdiri di garda terdepan melawan peredaran narkoba.

Pemusnahan tersebut merupakan tindak lanjut dari dua pengungkapan besar pada pertengahan Desember 2025. Lokasi pertama berada di kawasan Alang Laweh, Padang Selatan, tempat aparat mengamankan dua pemuda, AGZ (20) dan KRH (19) asal Kota Solok, dengan barang bukti ganja seberat 19,32 kilogram.

Sementara lokasi kedua berada di By Pass Kuranji, Kota Padang, di mana petugas menangkap tersangka MZ (23) asal Pasaman Barat dengan barang bukti 6,33 kilogram ganja kering. Dua pengungkapan ini menegaskan bahwa Sumatera Barat kini tak lagi sekadar jalur lintasan, melainkan telah menjadi sasaran distribusi jaringan narkotika.

Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti terlebih dahulu diuji oleh tim Bea Cukai Teluk Bayur menggunakan Narcotic Identification Kit (NIK). Pengujian melalui tiga tahap reagen kimia menunjukkan perubahan warna ungu, memastikan secara ilmiah bahwa barang bukti positif mengandung THC atau Cannabis.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin menegaskan bahwa keterbukaan adalah prinsip yang tidak bisa ditawar dalam penanganan perkara narkotika. Ia menyebut, pemusnahan terbuka ini dilakukan untuk menutup ruang spekulasi dan mencegah segala bentuk penyimpangan.

“Polri harus transparan. Kita ingin masyarakat melihat langsung bahwa barang bukti benar-benar dimusnahkan. Menjaga Sumatera Barat dari narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen,” tegas Brigjen Pol Solihin di hadapan undangan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menambahkan, pemusnahan dilakukan setelah adanya ketetapan resmi dari Kejaksaan terkait status barang sitaan. Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk Sumatera Barat yang selama ini rawan menjadi jalur masuk ganja dari provinsi tetangga.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat, termasuk Kejaksaan Tinggi dan Bea Cukai. Ia menekankan bahwa proses pemusnahan disaksikan langsung oleh penasihat hukum para tersangka sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip keadilan dan prosedur hukum.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di dalam wadah khusus yang telah disiapkan, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Asap yang membubung dari tong pemusnahan menjadi simbol berakhirnya ancaman puluhan kilogram narkotika yang berpotensi merusak ribuan generasi muda di Sumatera Barat.

Langkah ini menegaskan pesan kuat Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta: perang terhadap narkoba tidak dilakukan setengah hati, dan setiap prosesnya harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan masyarakat.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi